Mengapa Hermann Diels Mendedikasikan Die Fragmente der Vorsokratiker kepada Wilhelm Dilthey?

Sebuah telaah sejarah intelektual tentang mengapa Hermann Diels mendedikasikan Die Fragmente der Vorsokratiker kepada Wilhelm Dilthey, melalui simpul relasi personal, institusional, dan intelektual di Jerman abad ke-19.

SEJARAHKAJIAN MODERNFILSAFAT

Muhammad Farhan Ghibran

3/18/202616 min read

1. Pertanyaan dan Tesis

Dalam sejarah intelektual, hal-hal yang tampak remeh sering justru menyimpan persoalan yang besar. Sebuah catatan kaki, pilihan editor, urutan nama halaman judul, atau sebuah dedikasi kadang lebih dari sekadar pelengkap. Semua itu dapat menjadi jejak dari hubungan yang panjang, dari utang intelektual yang tak selalu terucap terang-terangan, hingga kerja sama yang terbentuk di antara orang, lembaga, dan proyek-proyek ilmiah. Demikian pula ketika Hermann Diels mempersembahkan Die Fragmente der Vorsokratiker (Fragmen-fragmen Filsuf Pra-Sokratik, selanjutnya disebut FVS) kepada Wilhelm Dilthey pada 1903. Karya ini penting karena merupakan usaha besar untuk mengumpulkan, menata, dan memberi rujukan yang lebih kokoh bagi fragmen-fragmen dan kesaksian tentang para filsuf Pra-Sokratik, yang telah lama menjadi salah satu acuan pokok dalam sejarah filsafat Yunani Kuno. Pertanyaan menariknya kemudian adalah mengapa justru Dilthey yang menerima persembahan itu dan sejarah relasi macam apa yang memungkinkan tindakan simbolik itu menjadi masuk akal.

Pertanyaan ini penting karena dedikasi semacam itu mudah diremehkan sebagai sopan santun akademik semata. Namun, bila diletakkan dalam konteks yang lebih luas, ia membuka suatu lapisan makna yang jauh lebih kaya. Di belakangnya tampak simpul keluarga dan simpul ilmiah yang dihubungkan oleh Hermann Usener, kultur filologi Bonn yang membentuk Diels, ruang kerja intelektual Berlin yang mempertemukan Diels dan Dilthey, dan Akademi Prusia yang memberi bentuk institusional pada hubungan mereka berdua. Dari sisi lain, karya-karya Dilthey sendiri menunjukkan bahwa dia tidak sebatas mengenal nama Diels, melainkan sungguh memakai dan menilai penyelidikannya sebagai sumbangan yang menentukan bagi sejarah filsafat kuno. Dengan demikian, dedikasi ini tumbuh dari relasi personal, institusional, dan intelektual yang bisa ditelusuri secara historis.

Dari sudut pandang sejarah intelektual, kasus ini menarik karena memperlihatkan bahwa gagasan tidak pernah lahir dari ruang kosong. Ia muncul melalui persahabatan, patronase, surat menyurat, jurnal, proyek edisi, dan lembaga-lembaga ilmu. Membaca dedikasi Diels kepada Dilthey dengan serius berarti membaca sebuah halaman dedikasi sebagai gejala dari sejarah yang lebih dalam, yakni pertemuan antara filologi dan hermeneutika di Jerman abad ke-19. Tulisan ini berangkat dari titik itu.

2. Usener sebagai Simpul Awal, 1858–1866

Untuk memahami mengapa dedikasi FVS akhirnya jatuh kepada Wilhelm Dilthey, sejarah hubungan Dilthey dengan Hermann Usener perlu dilihat lebih dahulu. Sebagai penghubung Diels dan Dilthey, Usener sudah lebih dulu hadir dalam lingkungan intelektual Dilthey sendiri. Dalam surat kepada saudaranya Karl pada awal November 1858, Dilthey menulis bahwa dia hidup di tengah orang-orang yang luar biasa dan menyebut pembentukan Aristophaneskränzchen, lingkar studi Aristophanes yang juga mencakup Usener. Sejak saat itu Usener menjadi bagian dari pergaulan ilmiah awal yang ikut membentuk dunia Dilthey muda.[1]

Sepanjang 1859, relasi itu semakin mengental, sebagaimana tampak dalam surat-surat Dilthey kepada Karl. Pada 11 Mei 1859, Dilthey menjadikan Usener sebagai rujukan penting bagi jalan masuk ke lingkungan filologi yang serius. Melalui Dilthey, nasihat Usener tentang kerja seminar, penguasaan Latin, dan metode studi filologi diteruskan langsung kepada saudaranya.[2] Dalam surat lain, pada 13 Juli 1859, Dilthey membedakan Usener dengan kecenderungan Ritschlianer yang dia kritik dan menandai pada diri Usener suatu arah yang lebih sachlich-historisch yakni perhatian yang lebih besar pada pokok persoalan dan konteks historisnya, bukan semata pada kecakapan filologis yang sempit dan teknis.[3] Pada saat yang sama, surat akhir Agustus 1859, menunjukkan bahwa hubungan itu bergerak ke ranah yang lebih personal, karena Dilthey sudah menulis langsung kepada Usener untuk mengatur pertemuan, makan bersama, dan perjalanan.[4]

Memasuki pertengahan 1860-an, hubungan itu tidak lagi sebatas persahabatan ilmiah. Dalam surat sebelum 20 Agustus 1865, Dilthey mendesak Usener agar datang Biebrich dan menyebut kunjungan itu sebagai salah satu bagian paling menyenangkan dari liburan keluarga.[5] Ini menunjukkan bahwa Usener telah diterima penuh ke dalam lingkaran rumah tangga Dilthey. Setahun kemudian, pada 4 September 1866, Lily Dilthey, saudari Wilhelm Dilthey, menikah dengan Hermann Usener.[6] Sejak saat itu, hubungan antara Dilthey dan Usener bukan hanya hubungan intelektual, melainkan juga hubungan kekerabatan. Usener jadi ipar Dilthey dan, dengan demikian, menjadi jembatan yang sangat kuat antara lingkungan filologi dan dunia filsafat yang kelak diwakili Dilthey. Karena itu, ketika pada awal 1880-an nama Diels masuk ke dalam lingkaran Usener dan dari sana perlahan bertemu dengan Dilthey.

3. Bonn sebagai Sekolah Filologi, 1819–1870an

Relasi Diels–Usener, yang kemudian menjadi salah satu pintu masuk penting bagi hubungan Diels–Dilthey, tidak dapat dipahami tanpa melihat Universitas Bonn sebagai sebuah sekolah filologi.[7] Di sana filologi menjadi sebuah tradisi ilmiah dengan disiplin dan etos kerjanya sendiri, tidak hanya sebatas sebagai bidang studi. Reglement für das philologische Seminarium tahun 1819 menunjukkan bahwa seminarium filologi Bonn sejak awal dirancang sebagai tempat pembinaan yang ketat. Mahasiswa disaring dengan seleksi keras dan tes ujian masuk dalam bahasa Latin, lalu dibiasakan latihan menginterpretasi teks klasik, tugas tertulis berkala, berdebat, dan pengawasan yang terus-menerus.[8]Bahkan tujuan lembaga ini dinyatakan dengan sangat jelas, yaitu membina kader-kader yang kelak dapat mempertahankan, meneruskan, dan memperluas studi tentang dunia klasik.[9]

Pada paruh akhir abad ke-19, lembaga ini mencapai bentuk matangnya pada masa kepemimpinan Hermann Usener dan Franz Bücheler. Historiografi Universitas Bonn menegaskan bahwa keduanya menjadikan Bonn sebagai salah satu pusat utama studi klasik, atau Altertumswissenschaft, di Jerman, bahkan mungkin pusat terkemuka filologi klasik di kawasan berbahasa Jerman. Kekuatan Bonn tidak hanya terletak pada nama dua besar sarjana itu, tetapi juga pada seminarium kecil berbahasa Latin yang melatih mahasiswa untuk memberi penilaian sendiri dan melakukan kerja filologi secara mandiri.[10] Karena itu, ketika Bonn disebut sekolah atau mazhab, yang dimaksud adalah bagaimana profesor-profesor ternama yang ada di sana berhasil membangun ekosistem ilmiah yang mampu mereproduksi generasi sarjana berikutnya.[11]

Dalam konteks ini relasi Usener–Diels berkembang. Hubungan mereka tidak cukup dipahami sebagai kedekatan biasa antara dosen dan mahasiswa, tetapi lahir dari dunia seminar yang memang mengandaikan pembinaan ketat, koreksi rinci, latihan keras, dan pengawasan secara terus-menerus. Karena itu, untuk memahami mengapa Diels kelak dapat menjadi begitu dekat dengan Usener dan melalui Usener, perlahan masuk ke dalam lingkaran Dilthey, perlu dilihat lebih dekat bentuk hubungan guru-murid itu dalam praktik.

4. Diels sebagai Murid Usener, 1870–1882

Hermann Diels meraih gelar Dr. phil di Bonn pada 22 Desember 1870 dengan disertasi De Galeni historia philosopha.[12] Tema disertasi itu penting, karena sejak fase doktoralnya, Diels sudah bergerak ke wilayah yang menjadi ciri khas intelektualnya yakni penelusuran tradisi sejarah filsafat kuno melalui sumber-sumber doxografis. Dalam mukadimah disertasi tersebut, dia menjelaskan bahwa persoalan yang dihadapinya tidak hanya berpusat pada satu teks Galenus, tetapi hubungan antara tiga saksi utama tradisi doxografis, yaitu Pseudo-Plutarkhos, Galenus, dan Stobaios, yang semuanya merujuk pada sebuah karya asal yang lebih tua.[13] Di sini, peran Usener terlihat sangat konkret. Dalam De Galeni historia philosopha, selain dipersembahkan kepada Usener, Diels juga secara eksplisit mengakui bahwa kemajuan pekerjaannya itu banyak berutang pada kebaikan Usener, yang meminjamkan kepadanya kolasi naskah Laurentianus milik Wachsmuth dan membantu menyediakan bahan-bahan penting lainnya.[14]

Bentuk sehari-hari dari kedekatan itu tampak jelas dalam surat menyurat Diels–Usener sejak 1870-1871. Pada fase ini, Usener tidak hanya promotor disertasi ataupun pembaca naskah Diels, tetapi juga patron, pembimbing metodologi, dan penyangga administrasi bagi risetnya. Diels secara rutin menitipkan urusan-urusannya di Bonn, mengeluhkan keterlambatan kiriman literatur, meminta bantuan perpustakaan, dan terus mencari penilaian Usener atas langkah-langkah kerjanya.[15] Peran Usener sebagai pengarah strategi sangat menonjol ketika Diels mulai mengerjakan proyek yang lebih besar seperti bahan gnomologis, penulisan referat, dan kolasi manuskrip.[16] Hubungan ini kemudian menghangat secara personal pada 1872-1873. Sapaan “Liebster Diels” dari Usener menandai kedekatan yang baru, diiringi dengan nasihat serius tentang beasiswa perjalanan, perluasan fokus studi, dan persoalan hidup akademik seorang sarjana muda. Dalam tahap ini, Diels dibina sebagai calon filolog yang sedang dipersiapkan untuk dunia ilmiah yang lebih luas.[17]

Perkembangan itu mencapai bentuk yang lebih matang pada 1878-1879. Diels sudah cukup percaya diri untuk mengirim korektur Prolegomena, meminta koreksi gaya bahasa Latinnya, dan menjadikan sosok Usener sebagai teladan. Dari pihak Usener, tanggapan yang datang adalah perbaikan teknis, peringatan metodologi, dan pengarahan proyek. Puncaknya tampak pada surat 24 Oktober 1879, ketika Usener memuji karya Diels seolah “anak sendiri”, memuji indeks dan kata pengantar, serta menasihatinya mengenai cara menghadapi peresensi.[18] Konteks karya yang dibicarakan di sini adalah Doxographi Graeci (DG). Hal itu penting, karena dalam prakata DG, Diels sendiri mengakui bahwa proyek tersebut banyak berutang pada Usener. Menurut pengakuannya, Usener lebih dahulu menyentuh persoalan Placita Theophrasti, mendorongnya memasuki sayembara ilmiah di Bonn, dan tetap membantunya hampir pada setiap lembar cetak.[19]

Dengan demikian, kedekatan Diels dan Usener tidak dapat dijelaskan sebagai hasil kecocokan pribadi. Ikatan tersebut justru tumbuh dari kultur seminar Bonn yang mensyaratkan pembinaan dekat, koreksi rinci, dan latihan keras. Dalam kasus mereka, iklim akademik ini membuahkan hasil yang melampaui relasi formal antara guru dan murid. Relasi ini melahirkan suatu ikatan intelektual yang sangat kokoh, sehingga ketika Diels kemudian pindah ke Berlin, dia tidak hanya membawa bekal metode didikan Usener. Dia membawa juga akses ke jaringan luas yang pada akhirnya, melalui perantaraan Usener, mengantarkannya masuk ke dalam lingkaran Dilthey.[20]

5. Perkembangan Relasi Diels–Dilthey, 1881–1903

Sebelum benar-benar bertemu dengan Dilthey, Hermann Diels lebih dahulu memperoleh pijakan yang kuat di Berlin melalui pengangkatannya sebagai anggota tetap Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Prusia pada 15 Agustus 1881.[21]Dalam surat 29 Juli 1881, Eduard Zeller memberitahukan bahwa pemilihan di kelas telah berlangsung pada 2 Juli, pemilihan pleno pada 28 Juli, dan bahwa status sebagai Akademiker akan memudahkan jalan Diels ke universitas, bahkan memberikan hak untuk mengajar. Balasan Diels sehari sesudahnya menegaskan bahwa hak untuk memberi kuliah di universitas itu memang telah lama dia inginkan.[22] Keterangan ini diperjelas lagi oleh dokumen No. 233 dalam Geschichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenchaften zu Berlin, yang mencatat bahwa Diels menggunakan hak anggota Akademi untuk memberi kuliah di Universitas Berlin pada semester musim dingin 1882/83, sementara pengangkatannya sebagai Extraordinarius terjadi pada 4 Oktober 1882.[23]

Di atas pijakan inilah perjumpaan langsung dengan Dilthey menjadi mungkin. Pada 9 Oktober 1882, Diels menulis bahwa dia sudah lama menantikan pertemuan dengan ipar Usener itu. Sehari kemudian, Usener membalas bahwa Wilhelm bahkan telah menyiapkan suatu rencana bagi Diels. Beberapa minggu sesudahnya, dalam surat 18 November 1882, Diels menulis bahwa dia sesekali melihat Dilthey di universitas dan bahwa di antara mereka telah mulai tumbuh apa yang dia sebut συμφιλοσοφεῖν, semacam “berfilsafat bersama”, meski awal percakapan itu kerap terganggu oleh hiruk-pikuk Sprechzimmer di lingkungan universitas.[24] Kedekatan mereka lalu menjadi lebih nyata karena didukung pula oleh jalur birokrasi. Di sini nama Friedrich Althoff menjadi penting. Sejak 1883-1884, Dilthey sudah tampak berhubungan aktif dengan Althoff dan diperlakukan sebagai orang yang pendapatnya berguna dalam urusan personalia, penilaian ilmiah, dan proyek-proyek besar seperti Kant-Ausgabe, edisi karya lengkap Kant.[25] Jadi, sebelum secara langsung membantu Diels, Dilthey sudah lebih dahulu memiliki akses ke salah satu tokoh kunci dalam birokrasi pendidikan Prusia.[26]

Latar belakang itu menjelaskan mengapa 1886 menjadi titik balik. Dalam surat Diels kepada Usener tanggal 24 Januari 1886, dia mengakui bahwa Althoff menerima “representasi serius” bukan hanya dari Eduard Zeller dan Kirchhoff, tetapi juga dari “Ipar Anda”, yakni Dilthey. Hasil konkretnya adalah persetujuan Menteri atas Ordinariat dan kenaikan gaji. Beberapa hari kemudian, Dilthey sendiri menulis kepada Usener bahwa perkara “Urusan Diels” dapat mereka selesaikan dengan cepat dalam lima atau enam hari dan dia senang karena dapat ikut membantu dengan sungguh-sungguh, meskipun tetap membiarkan Zeller tampil di depan. Ini penting bagi karier Diels, sebab promosi tersebut memantapkan posisinya di Berlin dan Dilthey di sini tampil sebagai penopang yang efektif bagi kemajuan akademiknya.

Kerja sama mereka tidak berhenti pada urusan promosi akademik. Pada Februari 1886, Dilthey juga menulis bahwa “dia bergabung dengan Diels” dalam urusan Zellerband.[27] Rencana itu kemudian benar-benar terwujud dengan terbitnya Philosophische Aufsätze. Eduard Zeller zu seinem fünfzigjährigen Doctor-Jubiläum gewidmet pada 1887, sebuah penghormatan untuk lima puluh tahun doktorat Zeller, yang memuat, di antaranya, tulisan Diels, Dilthey, dan Usener.[28]Sesudah itu, relasi mereka memperoleh bentuk yang lebih mapan di dalam Akademi Berlin. Diels terlebih dahulu menjadi anggota tetap di sana, sedangkan Dilthey baru diangkat pada 24 Januari 1887 dan beberapa waktu kemudian menyampaikan pidato penerimaannya.[29] Begitu keduanya berada di institusi yang sama, hubungan mereka tidak lagi bergantung pada perantaraan Usener, tetapi memiliki wadah tetap. Keberadaan Archiv für Geschichte der Philosophie pada 1888 menjadi wadah yang juga tak kalah penting, sebab nama Diels dan Dilthey tercantum bersama sebagai kolaborator dalam editor jurnal itu.[30]

Pada awal 1890-an, hubungan itu makin tampak dalam keseharian mereka dalam urusan Akademi. Dalam surat 18 Juni 1891 kepada Usener, Dilthey menulis dari Akademi dan bahkan menyisipkan laporan langsung “Eben spricht Diels…”, ketika Diels sedang berbicara tentang papiri yang baru diedit dari Inggris. Dua tahun kemudian, pada 28 April 1893, Dilthey menulis tentang kemungkinan bertukar pembacaan di Akademi. Lalu pada 1894, ketika dia berurusan dengan pengajuan usul dan urusan administratif Akademi, Diels muncul sebagai salah satu orang yang dapat diandalkan untuk membawa atau meneruskan perkara tersebut ketika Dilthey tidak berada di tempat.[31] Kedekatan mereka juga tumbuh melalui pertukaran pikiran terkait filologi. Hal ini tampak jelas dalam surat Diels kepada Dilthey pada 23 Maret 1895. Di sana Diels menjawab pertanyaan Dilthey tentang penggunaan istilah τύπος dengan contoh-contoh dari Plato, Aristoteles, Stoa, Paulus, dan Petrus.[32]

Diels lalu muncul menjadi orang yang dipercaya Dilthey dalam urusan proyek besar Akademi pada tahun 1896. Dilthey menyampaikan laporan tentang Kant-Ausgabe di sidang publik Akademi, sementara Diels pada masa yang sama sudah memegang posisi penting sebagai sekretaris kelas filosofis-historis. Dari Merano, Dilthey berulang kali menulis kepada Diels tentang inti manajemen Kant-Ausgabe, posisi Adickes, strategi pendanaan, dan pembagian kerja. Dia bahkan menyiapkan “kurzes Exposé” untuk Diels agar bisa dibawa ke Akademi. Sitzungsberichte kemudian mencatat pula keputusan dana pada Maret dan Mei 1896 untuk proyek itu.[33] Kerja sama itu kemudian tampak juga dalam hasil cetaknya sendiri. Pada halaman depan Kant’s Werke, Band I (1902), tercantum susunan resmi Kant-Kommission dengan Dilthey sebagai Ketua (Vorsitzender) dan Diels sebagai salah satu Anggota (Mitglieder). Pada halaman yang sama, untuk Erste Abtheilung: Werke, yakni Band I-IX, Dilthey tercantum sebagai Editor Umum (Leiter).[34] Pada 10 Juli 1901, Dilthey mengirimkan memo panjang tentang Leibniz-Ausgabe kepada Dilthey “freie Benutzung”, tanda bahwa Dilthey tetap diperlakukan sebagai orang yang dapat dipercaya dalam proyek besar. Lalu pada 21 Desember 1902, Dilthey meminta Correktur-Bogen dari karya Diels yang sedang dipersiapkan, karena dia ingin menguji kembali materi kuliah filsafat Yunani pada “Sammlung und Anordnung” Diels. Konteks karya Diels yang sedang dibicarakan di sini adalah FVS yang akan terbit pada tahun 1903.[35]

Dalam arti itu, penerimaan intelektual Dilthey atas Diels bukan sesuatu yang muncul mendadak pada 1903. Dia sudah lebih dahulu memakai DG dalam kerja filsafatnya. Dalam Gesammelte Schriften (GS) I, Dilthey merujuk karya itu untuk menelusuri jalur sumber doxografis, terutama ketika dia kembali ke Theophratos sebagai sumber induk bagi laporan tentang para pemikir awal Yunani. Dalam GS VIII dan terutama GS XXIII, dia kemudian menilai penyelidikan Diels dalam DG sebagai sesuatu yang “menentukan zaman”, karena berhasil menelusuri jalur turunan tradisi doxografis, dari Theophrastos ke laporan-laporan kemudian, sehingga kredibilitas banyak berita tentang filsafat kuno dapat berdiri lebih kokoh.[36] Karena itu, ketika pada 26 Februari 1903 Dilthey menulis bahwa tidak ada hadiah yang lebih indah menjelang ulang tahunnya yang ke-70 daripada dedikasi FVS, bukan sebuah kebetulan belaka.[37]

6. Mengapa Dedikasi Itu Jatuh kepada Dilthey?

Dedikasi FVS kepada Dilthey tidak cukup dijelaskan hanya sebagai sopan santun akademik. Dari seluruh pembahasan sebelumnya, tampak bahwa tindakan itu berdiri di atas relasi yang telah lama dibangun melalui tiga lapisan sekaligus, yaitu kedekatan personal, kerja institusional, dan penghargaan intelektual. Dari sisi personal, jalur itu dibuka oleh Hermann Usener, yang menjadi simpul awal antara dunia filologi Diels dan dunia filsafat Dilthey. Dari sisi institusional, relasi itu kemudian diperteguh di Berlin melalui Akademi Prusia, universitas, proyek-proyek bersama, dan jejaring birokrasi yang ikut menopang karier Diels. Dari sisi intelektual, karya-karya Dilthey sendiri menunjukkan bahwa dia sungguh membaca, memakai, dan menilai kerja Diels sebagai sumbangan penting bagi sejarah filsafat kuno. Karena itu, dedikasi tersebut lebih tepat dipahami sebagai puncak dari hubungan yang telah matang. Ia menandai pertemuan yang makin erat antara filologi dan hermeneutika, sekaligus memperlihatkan bahwa di balik sebuah karya besar sering berdiri di atas jaringan manusia, lembaga, dan penghargaan intelektual yang tidak kalah penting dari teks itu sendiri.

Catatan Akhir

[1] Wilhelm Dilthey, Briefwechsel, Band I: 1852–1882, ed. Gudrun Kühne-Bertram dan Hans-Ulrich Lessing (Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 2011), 67–68. Surat [45], awal November 1858; lihat juga catatan editor tentang Usener sebagai “Freund und späterer Schwager D.s."

[2] Dilthey, Briefwechsel, Band I, 96–99. Surat [57], 11 Mei 1859.

[3] Dilthey, Briefwechsel, Band I, 104-106. Surat [61], 13 Juli 1859. Ritschlianer di sini paling mudah dipahami sebagai kecenderungan filologis yang diasosiasikan dengan mazhab Friedrich Wilhelm Ritschl, terutama penekanan kuat pada kritik teks yang teknis dan ketat. Sebaliknya, sachlich-historisch menunjuk orientasi yang lebih besar pada pokok persoalan dan konteks historisnya. Untuk konteks historisnya, lihat Dorothee Gall, Karl August Neuhausen, dan Thomas A. Schmitz, “Klassische Philologie” dalam Die Buchwissenschaften, ed. Thomas Becker dan Philip Rosin, Geschichte der Universität Bonn, Band 3 (Göttingen: V&R unipress/Bonn University Press, 2018), 586-594.

[4] Dilthey, Briefwechsel, Band I, 110-111. Surat [63], akhir Agustus 1859.

[5] Dilthey, Briefwechsel, Band I, 329-330. Surat [184], sebelum 20 Agustus 1865.

[6] Dilthey, Briefwechsel, Band I, 337. Catatan editor pada surat [189], yang menyebut bahwa Lily Dilthey dan Hermann Usener menikah pada 4 September 1866.

[7] “Reglement für das philologische Seminarium bei der Königlich Preußischen Rhein-Universität zu Bonn” dalam Jahrbuch der Preußischen Rhein-Universität, I. Band, I. Heft (Bonn: bei Eduard Weber, 1819), 257–261.

[8] “Reglement für das philologische Seminarium,” 257–260, §§ 2–3, 10–12. Pada § 3 disebutkan bahwa calon peserta harus menyerahkan Probearbeit in lateinischer Sprache, yakni tulisan untuk ujian masuk dalam bahasa Latin; §§ 10–12 mengatur latihan interpretasi, penulisan Latin dan Yunani, tugas tertulis, dan disputasi.

[9] Reglement für das philologische Seminarium, § 1. Tujuan seminarium dirumuskan sebagai pembinaan mahasiswa agar kelak dapat “diese Studien erhalten, fortpflanzen und erweitern.”

[10] Gall, Neuhausen, dan Schmitz, “Klassische Philologie” 586–89.

[11] Gall, Neuhausen, dan Schmitz, “Klassische Philologie” 589–94.

[12] Dietrich Ehlers, ed., Hermann Diels, Hermann Usener, Eduard Zeller: Briefwechsel (Berlin: Akademie Verlag, 1992), 443. “Zeittafel,” s.v. 1870.

[13] Hermann Diels, De Galeni historia philosopha (Bonnae: apud Adolphum Marcum, 1871), 1-2.

[14] Diels, De Galeni historia philosopha, 1-2.

[15] Ehlers, ed., Briefwechsel, 33-47. Surat no. 1–12.

[16] Ehlers, ed., Briefwechsel, 33–47, khususnya surat no. 1, 2, 4, 6, 9, 10, 11, dan 12. Gnomologi di sini berarti kerja atas gnomai atau ujaran singkat dalam tradisi teks; referat berarti uraian ilmiah ringkas atas suatu bahan; sedangkan kolasi manuskrip adalah pembandingan berbagai saksi naskah untuk mencatat varian bacaan.

[17] Ehlers, ed., Briefwechsel, 55, 94. Surat no. 18, 13 Maret 1872; surat no. 47, 7 Juli 1873.

[18] Ehlers, ed., Briefwechsel, 160, 162, 185. Surat no. 78, 24 April 1878; surat no. 79, 6 Mei 1878; surat no. 96, 24 Oktober 1879.

[19] Hermann Diels, Doxographi Graeci, 2nd ed. (Berolini et Lipsiae: apud Walter de Gruyter et socios, 1929), v–vi.

[20] Ehlers, ed., Briefwechsel, 261, 263, 269. Surat no. 141, 9 Oktober 1882; surat no. 142, 10 Oktober 1882; dan surat no. 148, 18 November 1882.

[21] Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin, Jahrgang 1882, Erster Halbband, Januar bis Mai (Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1882), 11; Ehlers, ed., Briefwechsel, “Zeittafel” s.v. 1881.

[22] Ehlers, ed., Briefwechsel, 49-50. Surat no. 46, 29 Juli 1881; dan surat no. 47, 30 Juli 1881.

[23] Adolf Harnack, Geschichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin, Zweiter Band (Berlin: Reichsdruckerei, 1900), 643–644.

[24] Ehlers, ed., Briefwechsel, 261-263, 269-270. Surat no. 141, 9 Oktober 1882; no. 142, 10 Oktober 1882; dan no. 148, 18 November 1882; Wilhelm Dilthey, Briefwechsel, Band II: 1882–1895, ed. Gudrun Kühne-Bertram dan Hans-Ulrich Lessing (Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 2015), 17-18. Surat [592], 1 November 1882.

[25] Dilthey, Briefwechsel, Band II, 30-33 39-40, 70-71. Surat [600], Februari 1883; surat [605], 29 Maret 1883; surat [625], Februari 1884.

[26] Bernhard vom Brocke, “Friedrich Althoff: A Great Figure in Higher Education Policy in Germany,” Minerva 29, no. 3 (1991): 269–293. Vom Brocke menyebut Althoff sebagai salah satu tokoh terbesar dalam sejarah kebijakan akademik Jerman, menjelaskan perannya dalam administrasi pendidikan tinggi Prusia sejak 1882 dan membahas “Sistem Althoff” sebagai pola pengelolaan universitas, pengangkatan, jaringan, dan pendanaan ilmu.

[27] Ehlers, ed., Briefwechsel, 329–30. Surat no. 190, 24 Januari 1886; Dilthey, Briefwechsel, Band II, 120-122, 127-128. Surat [663], akhir Januari 1886; dan surat [667], 24 Februari 1886.

[28] Philosophische Aufsätze. Eduard Zeller zu seinem fünfzigjährigen Doctor-Jubiläum gewidmet (Leipzig: Fues’s Verlag [R. Reisland], 1887), Titelblatt und Inhalt.

[29] Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin, Jahrgang 1887, Erster Halbband, Januar bis Mai (Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1887), 57, 80; Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin, Jahrgang 1887, Zweiter Halbband, Juni bis December (Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1887), 647-649; Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin, Jahrgang 1888, Erster Halbband, Januar bis Mai (Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1888), 11; Dilthey, Briefwechsel, Band II, 171-172. Surat [702], awal Juli 1887.

[30] Archiv für Geschichte der Philosophie, Bd. I (Berlin: Druck und Verlag von Georg Reimer, 1888), Titelblatt; Heinz-Elmar Tenorth, ed., Geschichte der Universität Unter den Linden 1810–2010, Band 5: Transformation der Wissensordnung (Berlin: Akademie Verlag, 2010), 179.

[31] Dilthey, Briefwechsel, Band II, 330-332, 400, 461, 462-463. Surat [805], 18 Juni 1891; surat [845], 28 April 1893; surat [891] dan [892], 11 Oktober 1894.

[32] Dilthey, Briefwechsel, Band II, 497-498. Surat [914], 23 Maret 1895.

[33] Wilhelm Dilthey, Briefwechsel, Band III: 1896–1905, ed. Gudrun Kühne-Bertram dan Hans-Ulrich Lessing (Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 2019), 10-12, 21-22, 32, 37-38. Surat [982], 27 Januari 1896; surat [983], 28 Januari 1896; surat [989], 24 Februari 1896; surat [994], 14 Maret 1896; surat [998], 29 Maret 1896; Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin, Jahrgang 1896, Erster Halbband, Januar bis Juni (Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1896), 68-70; Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin, Jahrgang 1896, Zweiter Halbband, Juli bis December (Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1896), 337, 600; Statuten und Reglements der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin sowie der ihr angegliederten Institute und Stiftungen (Berlin: Gedruckt in der Reichsdruckerei, 1896), 15–16, 27–28. §§ 26, 28, 49.

[34] Immanuel Kant, Kant’s Werke, Bd. I, Vorkritische Schriften I, 1747–1756 (Berlin: Druck und Verlag von Georg Reimer, 1902), xvi.

[35] Dilthey, Briefwechsel, Band III, 278-279, 337. Surat [1199], 10 Juli 1901; dan surat [1248], 21 Desember 1902.

[36] Wilhelm Dilthey, Gesammelte Schriften, Bd. I, Einleitung in die Geisteswissenschaften (Stuttgart dan Göttingen: B. G. Teubner / Vandenhoeck & Ruprecht, 1990), 16, 148, 169, 172, 194; Wilhelm Dilthey, Gesammelte Schriften, Bd. VIII, Weltanschauungslehre. Abhandlungen zur Philosophie der Philosophie (Stuttgart dan Göttingen: B. G. Teubner / Vandenhoeck & Ruprecht, 1962), 121; Wilhelm Dilthey, Gesammelte Schriften, Bd. XXIII, Allgemeine Geschichte der Philosophie: Vorlesungen 1900–1905 (Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 1977), 8–9, 19, 355.

[37] Wilhelm Dilthey, Briefwechsel, Band III, 342. Surat [1253], 26 Februari 1903.

DAFTAR PUSTAKA

Archiv für Geschichte der Philosophie. Bd. I. Berlin: Druck und Verlag von Georg Reimer, 1888.

Brocke, Bernhard vom. “Friedrich Althoff: A Great Figure in Higher Education Policy in Germany.” Minerva 29, no. 3 (1991): 269–293.

Diels, Hermann. De Galeni historia philosopha. Bonnae: apud Adolphum Marcum, 1871.

———. Doxographi Graeci. Ed. ke-2. Berolini et Lipsiae: apud Walter de Gruyter et socios, 1929.

Dilthey, Wilhelm. Allgemeine Geschichte der Philosophie: Vorlesungen 1900–1905. Dalam Gesammelte Schriften. Bd. XXIII. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 1977.

———. Briefwechsel, Band I: 1852–1882. Disunting oleh Gudrun Kühne-Bertram dan Hans-Ulrich Lessing. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 2011.

———. Briefwechsel, Band II: 1882–1895. Disunting oleh Gudrun Kühne-Bertram dan Hans-Ulrich Lessing. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 2015.

———. Briefwechsel, Band III: 1896–1905. Disunting oleh Gudrun Kühne-Bertram dan Hans-Ulrich Lessing. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht, 2019.

———. Einleitung in die Geisteswissenschaften. Gesammelte Schriften. Bd. I. Stuttgart dan Göttingen: B. G. Teubner / Vandenhoeck & Ruprecht, 1990.

———. Weltanschauungslehre. Abhandlungen zur Philosophie der Philosophie. Gesammelte Schriften. Bd. VIII. Stuttgart dan Göttingen: B. G. Teubner / Vandenhoeck & Ruprecht, 1962.

Ehlers, Dietrich, ed. Hermann Diels, Hermann Usener, Eduard Zeller: Briefwechsel. Berlin: Akademie Verlag, 1992.

Gall, Dorothee, Karl August Neuhausen, dan Thomas A. Schmitz. “Klassische Philologie.” Dalam Die Buchwissenschaften: Geschichte der Universität Bonn, Band 3, disunting oleh Thomas Becker dan Philip Rosin, 586–594. Göttingen: V&R unipress/Bonn University Press, 2018.

Harnack, Adolf. Geschichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin. Zweiter Band. Berlin: Reichsdruckerei, 1900.

Kant, Immanuel. Kant’s Werke. Bd. I, Vorkritische Schriften I, 1747–1756. Berlin: Druck und Verlag von Georg Reimer, 1902.

Philosophische Aufsätze. Eduard Zeller zu seinem fünfzigjährigen Doctor-Jubiläum gewidmet. Leipzig: Fues’s Verlag (R. Reisland), 1887.

“Reglement für das philologische Seminarium bei der Königlich Preußischen Rhein-Universität zu Bonn.” dalam Jahrbuch der Preußischen Rhein-Universität, I. Band, I. Heft, 257–261. Bonn: bei Eduard Weber, 1819.

Sitzungsberichte der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin. Jahrgang 1882. Erster Halbband, Januar bis Mai. Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1882.

———. Jahrgang 1887. Erster Halbband, Januar bis Mai. Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1887.

———. Jahrgang 1887. Zweiter Halbband, Juni bis December. Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1887.

———. Jahrgang 1888. Erster Halbband, Januar bis Mai. Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1888.

———. Jahrgang 1896. Erster Halbband, Januar bis Juni. Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1896.

———. Jahrgang 1896. Zweiter Halbband, Juli bis December. Berlin: Verlag der Königlichen Akademie der Wissenschaften, 1896.

Statuten und Reglements der Königlich Preussischen Akademie der Wissenschaften zu Berlin sowie der ihr angegliederten Institute und Stiftungen. Berlin: Gedruckt in der Reichsdruckerei, 1896.

Tenorth, Heinz-Elmar, ed. Geschichte der Universität Unter den Linden 1810–2010, Band 5: Transformation der Wissensordnung. Berlin: Akademie Verlag, 2010.

Halaman judul Die Fragmente der Vorsokratiker karya Hermann Diels, edisi pertama (Berlin, 1903). Tangkapan layar dari salinan digital. Sumber: Hermann Diels, Die Fragmente der Vorsokratiker (Berlin: Weidmannsche Buchhandlung, 1903), halaman judul.